Gelandang Ortas Sepande Yunus mengusai bola dihadapan pemain Putra Merdeka di Babak Semifinal Tunas Remaja Cup U50 2025 pada Sabtu sore (9/8/2025).Gelandang Ortas Sepande Yunus mengusai bola dihadapan pemain Putra Merdeka di Babak Semifinal Tunas Remaja Cup U50 2025 pada Sabtu sore (9/8/2025).

SIDOARJO I pinggirlapangan – Kejutan mewarnai babak semifinal Tunas Remaja Cup U50 2025. Dua kandidat juara, Ortas Sepande, Candi, dan Indonesia Timoer, Gresik, kalah di babak semifinal yang dilaksanakan di Lapangan Desa Kepuh Kemiri, Tulangan, Sidoarjo, Sabtu (9/8/2025).

Ortas Sepande dikalahkan Putra Merdeka, Krian, dengan skor tipis 0-1 (0-1). Sedangkan Indonesia Timoer kalah 4-4 (0-0, 0-0) melalui drama adu tendangan penalti dari Ngoro All Stars. Bintang Timoer dinyatakan kalah karena penendang terakhirnya di masa sudden death gagal berbuah gol.

”Semua di luar dugaan. Inilah menariknya sepak bola dan itu terjadi di Tunas Remaja Cup U50 2025,” kata Ketua Panpel Tunas Remaja Cup U50 2025 Aruman.

Meski dua calon juara tumbang, tapi dia memperkirakan pertandingan tetap bakal berjalan sengit. Apalagi, Putra Merdeka dan Ngoro All Stars tampil dengan kekuatan penuh.

Sementara kubu Ortas Sepande mengaku salah menerapkan strategi. Mereka tidak menurunkan the winning team saat mengalahkan PSM Modong, Tulangan, di babak delapan besar. Beberapa pemain inti tidak diturunkan sejak awal pertandingan, termasuk kaptennya, Zainuri.

”Maunya semua bisa bermain. Namun strategi itu mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Putra Merdeka,” ungkap Zainuri yang juga kapten Ortas Sepande.

Selain Zainuri, penyerang Munakip dan gelandang kaya pengalaman, Nus Yadera, memulai pertandingan di babak kedua. Saat Ortas Sepande sudah tertinggal 0-1.

Sayang, di babak kedua, Putra Merdeka langsung menerapkan strategi bertahan. Tim yang dimanajeri Heri Dobleh itu menempatkan hampir semua pemain di pertahanan sendiri. Akibatnya, Ortas Sepande kesulitan menembus. Apalagi, setelah mereka bermain dengan 10 pemain menyusul kartu merah yang diterima Zainuri. Legenda Persik Kediri itu mendapat akumulasi kartu kuning setelah dianggap melakukan pelanggaran keras kepada penyerang Putra Merdeka Shafiq.

Di semifinal kedua, Indonesia Timoer yang menurunkan dua legenda Persebaya Surabaya, sebenarnya lebih menguasai jalannya permainan. Bahkan, mereka lebih banyak mendapatkan peluang.

Saat adu tendangan penalti pun, Indonesia Timoer posisinya di atas angin. Jika tendangan eksekutor terakhirnya, Yusuf Ekodono, berbuah gol, mereka lolos ke final. Namun sayang, tembakan pemain yang ikut mengantarkan Indonesia meraih emas SEA Games 1991 di Manila, Filipina, itu digagalkan kiper Ngoro All Stars.

”Kami belum beruntung dan belum rezeki lolos ke final,” jelas Manajer Indonesia Timoer, Yohanes.

Pertandingan final antara Putra Merdeka dengan Ngoro All Stars akan dilaksanakan mulai pukul 15.30 WIB. Tunas Remaja Cup U50 2025 merupakan turnamen bergengsi. Alasannya, event yang didukung Pemerintah Desa Kepuh Kemiri itu dihadiri para legenda-legenda sepak bola Indonesia. (sip).

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *