PROBOLINGGO I pinggir lapangan – Juara turnamen sepak bola Kemerdekaan Cup U40-U45 2025 tak cukup dengan 2×30. Untuk menentukan juaranya, pertandingan yang dilaksanakan di Lapangan Wiroborang, Probolinggo, Sabtu (16/8/2025) tersebut harus dilakukan melalui drama adu penalti. Hasilnya, PSIL Legend menang 7-5.
”Di waktu normal, PSTN Jember dan PSIL Legend Lumajang bermain imbang 2-2. PSTN yang sempat unggul dulu tapi kemudian saling membalas,” jelas Ketua Panpel Turnamen Sepak Bola Kemerdekaan Cup U40-U45 2025 Sugeng Wahyudi kepada PINGGIR LAPANGAN.
Dua gol PSTN diborong pemain andalannya, H. Umar. Sementara gol PSIL diciptakan Holek dan sang kapten Slamet Sampurno. Di babak adu tendangan penalti, semua penendang PSIL Legend, Banteng, Slamet Sampurno, Rofik, Kiki, dan Winarto mampu menjalankan tugasnya dengan baik.
Sebaliknya dari PSTN, penendang pertamanya, Ikrom, gagal menjebol gawang lawan. Mantan pemain Persewangi Banyuwangi dan Barito Putera ini tak bisa mengikuti jejak tiga rekannya, Araya, Suryanto, dan Choirul ”Upik” Anam. Karena sudah tak mungkin mengejar, penendang kelima PSTN, Suharsono, tak jadi melakukan eksekusi.
”Belum rezeki, tembakan saya ketebak kiper PSIL Legend,” ungkap Ikrom.
Dengan hasil ini, PSIL Legend berhak membawa pulang uang hadiah Rp 2 juta. Sementara PSTN mendapatkan Rp 1 juta. Hadiah bagi juara diserahkan Lurah Desa Wiroborang, Firman.
Pertandingan final Kemerdekaan Cup U40-U45 2025 memang sarat dengan para legenda. Di kubu PSIL Legend, selain nama Slamet Sampurno ada nama mantan bek PON Jatim 2000 M. Rofik yang juga pernah membela PS Mojokerto Putra dan Persid Jember.
Bahkan dari PSTN, penggawanya cukup mentereng. Selain Ikrom, mereka diperkuat dua legenda Persebaya dan Arema, yakni Choirul ”Upik” Anam dan Suroso. Upik merupakan pemain Green Force, julukan Persebaya, saat juara kompetisi kasta tertinggi Indonesia, Divisi Utama, 2004. (sip).
