SIDOARJO I pinggir lapangan – Sekolah Sepak Bola (SSB) Porsid U-10 datang ke Piala Askab PSSI Sidoarjo sebagai nonunggulan. Wajar karena mereka masih seumuran jagung.
Apalagi, Porsid berasal dari daerah yang tidak mempunyai tradisi kuat di sepak bola. Namun siapa sangka kalau tim yanhg ditangani Sapto Arif Prihantono dan Supriyadi itu mampu membuat kejutan.
Dalam empat kali pemampilan, Porsid belum tersentuh kekalahan. Pada penampilan di Lapangan Panser, Sumput, Sabtu (19/10/2025), tim berjuluk Laskar Sapu Jagad itu mengukir satu kali menang dan satu kali seri. Hasil imbang diperoleh saat Ibrahim dkk ditahan imbang Taruna Muda 0-0. Sedangkan kemenangan diraih atas tim tangguh Sikatan Muda dengan dengan skor 1-0. Gol kemenangan diraih Baim, sapaan karib Ibrahim.
”Di pertandingan pertama, kami mendapat banyak peluang. Tapi hasilnya imbang, belum rezeki,” jelas Sapto usai pertandingan.
Ya, dalam pertandingan tersebut, Porsid menekan sepanjang pertandingan. Penampilan kiper lawan yang gemilang menggagalkan kans pemain Porsid menjebol gawangnya. Termasuk sepakan Baim yang tinggal berhadapan dengan kiper.
Tapi kegagalan itu mampu ditebus di laga kedua. Menghadapi tim yang lebih diunggulkan karena ditangani pelatih pengalaman, Miftahul Huda, Sikatan Muda, Porsid malah meraih tiga angka.
”Saya hanya menekankan kepada pemain untuk tampil semangat,” tegas Sapto.
Sayang, langkah Porsid U-10 ini belum diikuti kakak-kakaknya. Tim U-12 belum pernah sekalipun memetik kemenangan.
”Bagi saya yang penting pemain dapat pengalaman bertanding. Tampil di ajang Piala Askab PSSI Sidoarjo tentu tak terbayangkan sebelumnya,” ujar Sapto.
Namun upaya yang dilakukan pengurus dengan mengajukan sebagai SSB Terafiliasi di Askab PSSI Sidoarjo dan Asprov PSSI Jatim membuat Porsid sudah bisa sejajar dengan SSB atau pun klub yang sudah lama eksis di Kota Udang, julukan Kabupaten Sidoarjo. (sip)
