Sidoarjo I PINGGIRLAPANGAN– Persida Sidoarjo sudah memastikan bakal ikut Piala Suratin 2025. Tim di bawah naungan Askab PSSI Sidoarjo tersebut berada di Grup J bersama dua tim asal Kota Surabaya, Simo Putra dan Suryanaga Connection serta Akor Jombang. Satu lagi adalah tim sekota, Deltras FC.
Dari regulasi yang sudah disebarkan oleh Asprov PSSI Jawa Timur, pertandingan akan dimulai pada 9 Juli. Hanya, pendaftaram sejak 19 Juni lalu sudah dibuka dan ditutup 26 Juni.
Situasi ini membuat Askab PSSI Sidoarjo bergerak cepat. Laskar Jenggolo Muda, julukan Persida Junior, langsung menggelar seleksi.
‘’Seleksi akan dilaksanakan Lapangan Pagerwojo pada 23-25 Juni dan dimulai pukul 07.30 WIB,’’ kata Penanggung Jawab Tim Suratin Persida 2025 Soiril.
Lelaki yang juga terpilih menjadi anggota Komite Eksekutif atau Exco Askab PSSI Sidoarjo tersebut berharap semua klub anggota dan sekolah sepak bola atau SSB Terafiliasi mengirim pemain berkualitas yang kelahiran 2008-2009. Tujuannya agar Persida bisa diperkuat oleh putra terbaik daerahnya sendiri.
Selain itu, pihaknya, ujar Soiril, akan mengundang pelatih-pelatih di Kota Udang, julukan Kabupaten Sidoarjo, untuk ikut memantau seleksi. Mereka, sebut dia, antara lain Hariadi, mantan pelatih Deltras U-23, Sunarno (mantan pelatih Persida Junior), dan dua pelatih yang musim ini mengantarkan Sang Maestro FC promosi ke Liga 3, Nus Yadera dan Jefri Dwi Hadi.
Sebenarnya, Sidoarjo sendiri dikenal sebagai gudang pemain muda potensial. Bahkan, beberapanya menjadi legenda sepak bola Indonesia seperti Uston Nawawi, mantan pemain Timnas Indonesia dan Persebaya Surabaya, Nurul Huda, mantan pemain Timnas U-19 dan PSIS Semarang, dan juga Zainuri, pemain yang membela Persik Kediri di Liga Champions Asia 2007.
Bahkan, di tahun ini, meski belum dilaksanakan, beberapa pemain kelahira 2008-2009 sudah hengkang ke beberapa klub seperti Assyabaab Bangil dan juga Persekabpas Kabupaten Pasuruan. Bahkan, kabarnya, ada mantan pemain Persida U-17 musim lalu sudah ditawari membela sebuah akademi di Pati, Jawa Tengah.
Musim lalu, di tangan pelatih muda M. Muarip, Persida mampu menembus sampai babak delapan besar. Namun, lamgkahnya dihentikan oleh Persedikab Kabupaten Kediri, yang akhirnya keluar sebagai juaradan mewakili Jawa Timur ke tingkat nasional.
Untuk pelatih sendiri, Askab PSSI Sidoarjo belum menentukan sosok tersebut. Namun, besar kemungkinan status tersebut akan ditentukan dalam waktu dekat. (sip)
