KABUPATEN MALANG I pinggirlapangan – Kekecewaan melanda kubu kesebelasan Kabupaten Sidoarjo. Wajar karena mereka usai kalah 1-3 (1-2) dari Kota Surabaya dalam pertandingan Babak Perempat Final Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025 di Stadion Kahuripan, Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Kamis (26/6/2025).

Namun kekecewaan tersebut semakin berlipat dengan ketidakadilan yang dilakukan Persebaya Surabaya. Kok bisa? ”Pemain kami yang di Persebaya Future Lab dan magang di Persebaya Senior tidak diizinkan bergabung. Sementara dalam pertandingan tadi, ada tiga pemain Persebaya Future Lab dan sama-sama magang di Persebaya Senior diizinkan bermain,” keluh Pelatih Tim Sepak Bola Porprov Kabupaten Sidoarjo Kodari Amir.

Ya, dalam pertandingan sarat gengsi itu, pemain Persebaya di kubu Kota Pahlawan, julukan Kota Surabaya, menjadi beda. Sheva Kandanu Setiawan di belakang, Sadida Nugraha Putra di tengah, dan Jay Amru di depan menjadi pembeda. ketiganya tampil gemilang. Bahkan, dua di antaranya, Sadida dan Amru mampu mencetak gol. Sadida di menit ke-42 dan Amru di masa perpanjangan waktu babak kedua. Gol pertama yang disumbangkan Iqbal Maulana Ahmad di menit kesepuluh juga berkat andil Amru.

”Awalnya, semua pemain itu tidak boleh bermain di Porprov saat Persebaya sudah berlatih. Tapi tadi pagi kami terima kabar para pemain Persebaya itu berangkat ke Malang untuk tampil melawan Sidoarjo,” jelas Kodari.

Sementara, satu pemain Kabupaten Sidoarjo, Ilham, yang berposisi penjaga gawang tidak bisa bergabung dengan rekan-rekannya. Akibatnya, Kota Delta, julukan Kabupaten Sidoarjo, hanya mempunyai dua penjaga gawang, Faisal Ismanto dan Akbar Asrori.

Kepala Departemen Persebaya Future Lab Ganesha Putra saat dikonfirmasi pada pukul 17.30 perihal ini tidak membalas. Meski pesan melalui media sosial whatsapp yang dikirim sudah dibaca dengan tanda centang biru. (sip)

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *