Tunas Jaya saat berhadapan dengan Deltras di babak penyisihan Piala Suratin U-13 di Lapangan Sumorame, Candi, Sidoarjo.Tunas Jaya saat berhadapan dengan Deltras di babak penyisihan Piala Suratin U-13 di Lapangan Sumorame, Candi, Sidoarjo.

SIDOARJO I pinggir lapangan– Piala Suratin U-13 Sidoarjo sudah hampir sebulan berlalu. Bahkan, pekan ini bakal memasuki zona Jawa Timur dengan pesertanya juara di masing-masing askab/askot PSSI.

Di level itu, Sidoarjo diwakili Akademi  Deltras yang keluar sebagai juara. Namun ternyata, event bagi pemain kelahiran 2012 tersebut masih belum tuntas seratus persen.

Kok bisa? Ternyata hadiah bagi pemenang serta piagam bagi para pemenang belum dibagikan. ‘’Orang tua siswa pada bertanya ke saya. Saya hanya bilang mau ditanyakan,’’ kata Ketua Sekolah Sepak Bola atau SSB Tunas Jaya Sepande, Kecamatan  Candi, Zainuri kepada PINGGIR LAPANGAN.

Menurutnya, sebenarnya piagam itu hendak dipakai untuk mendaftar ke jenjang sekolah lebih tunggu. Ini disebabkan mayoritas siswanya mendaftar di sekolah menengah pertama atau SMP.

‘’Kami tetap menunggu. Semoga segera ada kejelasan,’’ terang Zainuri.

Ya, di ajang Piala Suratin U-13, tim binaan legenda Arema itu mampu finis di peringkat kedua. Dalam pertandingan final, Tunas Jaya Sepande kalah dari Akademi Deltras.

Namun, lolos ke babak final merupakan kejutan bagi Tunas Jaya Sepande. Bagaimana tidak, anak asuh mantan pemain nasional Jefri Dwi Hadi tersebut tidak  masuk dalam daftar unggulan.  Namun, sejak babak penyisihan, mereka tampil meyakinkan hingga bisa menembus babak final.

Ketika dikonfirmasi, Ketua Askab PSSI Sidoarjo Terpilih Periode 2025-2029 Puji Daryo meminta Tunas Jaya Sepande untuk bersabar. Dia masih menunggu laporan dari pihak penyelenggara.

‘’Tunggu ketua panpel biar laporan dulu, baru ada kebijakan,’’ tulis Puji. (sip)

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *