selebrasi pemain RT 09 setelah memastikan juara Mini Soccer Antar RT se Kelurahan Prasung, Buduran, Minggu (24/8/2025).selebrasi pemain RT 09 setelah memastikan juara Mini Soccer Antar RT se Kelurahan Prasung, Buduran, Minggu (24/8/2025).

SIDOARJO I pinggirlapangan – Pertandingan mini soccer antar RT se-Kelurahan Pasung, Buduran, Sidoarjo, tinggal hitungan detik. RT 09 mendapat kesempatan teraakhir mencetak gol dari tembakan bebas.

Namun, yang melakukan eksekusi bukan Bintang, sang kapten. Padahal, biasanya, pemain jangkung tersebut yang melakukan eksekusi di event khusus untuk anak yang masuk duduk di bangku sekolah dasar (SD) tersebut.

‘’Saya mengubah strategi. Sebelum-sebelumnya yang menendang Bintang tapi khusus di final saya mempercayakan kepada Rehan,’’ ungkap Pelatih RT 09 RW 04 Desa Prasung Adi Putra Setiawan usai pertandingan.

Saat itu, kedudukan masih imbang  1-1. Gol RT 09 dicetak Rehan. Namun, RT 08, sempat menyamakan kedudukan.  Ternyata, tembakan Rehan membuat terjadi kemelut di muka gawang lawan yang akhirnya bisa dituntaskan oleh Al Ghazali menjadi gol .

Pertandingan yang dilaksanakan di Lapangan Bulu Tangkis Balai Desa Prasung pada Minggu siang (24/8/2025) tersebut dimenangkan RT 09 dengan skor 2-1.

‘’Saya juga mengintruksikan kepada kiper untuk melemparkan bola langsung ke depan kepada dua penyerang,’’ jelas Setiawan, sapaan karib Adi Putra Setiawan.

Diakui pelatih yang sudah mengantongi lisensi A itu, dari semua lawan, RT 08 memang paling berat. Bahkan, khusus untuk final, dia menggembleng anak asuhnya lebih keras dari biasanya.

Apalagi, dalam partai final yang mempertemukan tiga tim itu, dua pemainnya tak bisa turun. Pemain yang biasanya lebih sering duduk di bangku cadangan mulai diberi porsi latihan  lebih.

Sebelum menghadapi RT 08, anak asuh Setiawan menang 3-0 atas RT 018. Sedangkan RT 08 menang juga atas RT 018 dengan skor 6-2.

Atas kemenangan ini, RT 09 mendapatkan hadiah uang pem binaan Rp 1 juta. Meski hanya levelnya anak-anak SD tapi pertandingan di Desa Prasung ini gengsinya cukup tinggi. Bahkan, untuk menjaga ketertiban, pihak panitia membatasi penonton yang masuk hanya 10 ofisial dan pendukung.

“Semoga ke depanx anak-anak, BOYPRAS tetap berlatih di Lapangan Prasung Tambak untuk menghadapi event APS Football Academy yang akan dilaksanakan menjelang Hari Sumpah Pemuda di Bulan Oktober mendatang,” tegas Setiawan. (sip)

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *