SURABAYA I pinggirlapangan– Kota Surabaya mulai mempersiapkan diri menghadapi Galasiswa Indonesia atau GSI 2025. Tujuannya tentu untuk tidak mengulangi kegagalan tahun lalu.
Ketika itu, Kota Pahlawan, julukan Kota Surabaya, mampu menembus final. Sayang, dalam pertandingan yang dilaksanakan di Kota Batu, mereka kalah 0-2 dari Kabupaten Sidoarjo. Hasil yang membuat para pemain yang semuanya masih berstatus pelajar sekolah menengah pertama (SMP) itu gagal menjadi wakil Jawa Timur ke tingkat nasional.
”Kami sudah mempersiapkan diri dan masih di tahap seleksi. Pemainnuya kelahiran 2011 atau usianya 13 tahun,” jelas Asisten Pelatih GSI Kota Surabaya Winarno kepada PINGGIR LAPANGAN.
Saat ini, jumlah pemain, ujarnya, masih ada 26 orang. Rencananya saat pertandingan yang rencananya dilaksanakan di Kota Malang nanti, Kota Pahlawan, julukan Kota Surabaya, hanya membawa 18 pemain.
Salah satu sistem yang dipakai untuk menilai kemampuan pemain GSI Kota Surabaya adalah dengan menggelar uji coba. Seperti yang dilaksanakan di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari, pada Selasa siang (5/8/2025).
”Tadi kami menang 3-0 atas Tim Dispora Kota Surabaya,” kata Winarno yang namanya perbah tercatat sebagai pencetak gol tercepat di kompetisi Indonesia sebelum dipecahkan oleh pemain Persebaya M.Iqbal dua musim lalu itu.
Di Tim GSI Kota Surabaya, Winarno beda dengan tahun lalu. Untuk 2025 ini, dia menduduki jabatan sebagai asisten.
”Karena lisensi saya masih C. Pelatih kepala Tim GSI Kota Surabaya, Winedy Purwito,” jelas mantan pemain Persebaya Surabaya di Liga Indonesia I dan II itu.
Baginya, itu bukan masalah. Winarno menganggap bahwa tujuan utamanya adalah mengharumkan nama Kota Surabaya di level Jawa Timur dan nasional. (sip)
