
Sidoarjo I PINGGIR LAPANGAN- Keharuan terjadi di bench Indonesia Soccer Akademi atau ISA di ajang Piala Suratin U-15 Askab PSSI Sidoarjo 2025. Sayang, keharuan tersebut bukan karena mereka sukses melaju ke babak selanjut tapi malah sebaliknya.
Secara tragis, ISA harus tersingkir oleh Spartak Krian melalui undian koin. Ini terjadi setelah kedua kesebelasan bermain imbang 2-2 di pertandingan terakhir Grup D yang dilaksanakan di Lapangan Pagerwojo, Buduran, Rabu sore (5/6/2025).
Dengan hasil tersebut, kedua kesebelasan mempunyai nilai yang sama, 4. Setelah sebelumnya, ISA dan Spartak sama-sama mengalahkan Porsid FC dari Desa Sidokepung, Buduran, dan kalah dari New Star Salam (NSS). Menariknya, selisih gol kedua kesebelasan sama.
”Terpaksa dilakukan undian atau tos untuk menentukan siapa yang akan mendampingi NSS ke babak delapan besar,” kata salah satu Panpel Piala Suratin U-15 Askab PSSI Sidoarjo 2025 Soiril.
Saat dilakukan undian, dewi fortuna lebih memihak kepada Spartak. Meski sebelumnya di pertandingan normal 2×35, ISA sempat berpeluang besar lolos karena unggul 2-1. Sayang, handsball yang di kotak penalti membuat wasit Agus Prianto menjatuhkan hukuman penalti.
Penalti ini sempat membuat kubu ISA protes. Mereka menganggap bola menyentuh bagian tubuh lain sebelum terkena tangan pemainnya.
”Terkena tangan langsung, saya melihat sendiri karena posisi saya di depan pemain langsung,” tegas Agus.
Raka Dwi Setiawan yang dipercaya mengambil eksekusi pada menit ke-66 menjalankan tugasnya dengan baik. Sekaligus menjadi gol keduanya setelah pada menit kelima dia juga mampu menjebol gawang ISA yang dikawal Rizki Iqbal Maulana. Sedang dua gol ISA dihasilkan Andhika Putra Raharjo menit ke-18 dan Narandra Pradana menit ke-60.
Dalam pertandingan di grup yang sama, NSS memantapkan posisi sebagai pimpinan. Tim binaan Haryadi ini menang telak 3-0 atas Porsid. Donasi tiga angka ini membuat NSS mengoleksi nilai sempurna 9 dari tiga kali pertandingan.
Sebaliknya dengan Porsid. Tim yang baru kali kali berkiprah dalam kompetisi kelompok umur di Kabupaten Sidoarjo itu tidak pernah menang dalam tiga kali pertandingan.
”Di pertandingan melawan NSS ini, saya memberi kesempatan kepada semua pemain yang belum turun di dua pertandingan sebelumnya. Biar semua pemain merasakan suasana kompetisi,” ucap Pelatih Porsid Sapto Arif.
Mantan pemain Persipur Purwodadi ini berharap kesempatan yang sudah diberikan akan memberikan manfaat ke depan bagi anak didiknya. Mereka, lanjut Sapto, juga bisa mengukur kemampuan serta mengetahui kekurangan.
Dengan berakhirnyan pertandingan NSS melawan Porsid ini juga menandai berakhirnya babak penyisihan Piala Suratin Askab PSSI Sidoarjo, baik di U-15 dan U-13. Mulai Sabtu (7/5/2025), Piala Suratin U-13 dan U-15 sudah memasuki babak delapan besar dan memakai sistem gugur. (sip)
