Pemain Tunas Jaya Sepande U-12 bersama CEO Zainuri di depan sebuah kendaraan militer sebelum tampil di Piala Askab PSSI Sidoarjo di Lapangan Panser, Sumput, Sidoarjo, Sabtu (18/10/2025).Pemain Tunas Jaya Sepande U-12 bersama CEO Zainuri di depan sebuah kendaraan militer sebelum tampil di Piala Askab PSSI Sidoarjo di Lapangan Panser, Sumput, Sidoarjo, Sabtu (18/10/2025).

SIDOARJO I pinggirlapangan– Sekolah Sepak Bola (SSB) Tunas Jaya Sepande U12 memetik hasil sempurna di pekan II Piala Askab PSSI Sidoarjo. Dua kali tampil Sabtu (18/10/2025) di Lapangan Kavaleri Panser, Sumput, Sidoarjo, tim binaan legenda Persik Kediri Zainuri tersebut selalu memetik kemenangan.

Dalam pertandingan pertama, Rendi dkk menang besar 6-0 atas Taruna Muda. Selisih 20 menit kemudian, Tunas Jaya Sepande menang 1-0 atas Prambon FC.

”Recovery pertandingan pertama dan kedua terlalu mepet. Kami tetap menghargai keputusan pihak panitia,” ungkap Zainuri.

Ya, saat menghadapi Taruna Muda, ketika kondisi para pemain fit, mereka tak memberi kesempatan kepada lawan untuk mengembangkan permainan. Bahkan, jika tidak membentur tiang dan mistar, bisa lebih dari sepuluh gol mampu disarangkan Tunas Jaya Sepande.

Sayang, ketika menghadapi Prambon FC, lebih dari lima peluang emas gagal dituntaskan menjadi gol.Faktor stamina, ujar Zainuri, menjadi salah satu penyebab utama.

”Bahkan, saat kami masih bertanding melawan Taruna Muda, pihak panitia sudah memanggil Tunas Jaya Sepande untuk bersiap menghadapi Prambon FC,” keluh lelaki yang semasa menjadi pemain ikut membawa Arema juara Piala Indonesia tersebut.

Sebelumnya, dua pekan lalu, Tunas Jaya U12 mengalahkan ISA atau Indonesia Soccer Academy dengan skor meyakinkan dua gol tanpa balas. Kemenangan ini langsung disambut antusias pendukung dan orang tua para siswa.

Esoknya, Minggu (19/10/2025), Tunas Jaya Sepande U-10 menjalani dua kali pertandingan. Hasilnya, sekali menang dan sekali kalah. Bermain di jam pertama, 07.00 WIB, Azka Kucing dkk kalah 1-3. Namun di pertandingan kedua, mereka mengamuk dengan kemenangan 4-0 atas Angkasa Muda.

Di pertandingan pertama, Zainuri melontarkan protes keras. Dia menganggap pemainnya tidak melakukan pelanggaran. Namun wasit memutuskan pelanggaran yang berakibat tembakan bebas yang berujung gol.

Jeda pertandingan, Zainuri mendatangi meja pertandingan. Dia mempertanyakan keputusan wasit. Zainuri sempat bersitegang dengan pengawas pertandingan. Kejadian ini pun terekam dan menjadi viral.

”Saya bukan protes tapi mempertanyakan keputusan wasit. Tujuannya untuk perbaikan sepak bola di Sidoarjo,” tandas Zainuri. (sip)

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *