Pemain Assyabaab All Stars yang juga pernah membela Persebaya Surabaya Hari Sabtono (depan) berebut bola dengan pemain BMW di Lapangan Womnokasian, Wonoayu, Sidoarjo.pemain BMW di Lapangan Womnokasian, Wonoayu, Sidoarjo.

Nama Assyabaab Surabaya pernah disegani di kancah sepak bola nasional. Saat klubnya vakum, para mantan pemainnya rajin melakukan pertandingan.

Sidiq Prasetyo- PINGGIR LAPANGAN

NAMA Persijap Jepara tengah naik. Klub asal Kota Ukir itu kembali ke Liga 1 atau kompetisi sepak bola  tertinggi di Indonesia.

Pemain Assyabaab All Stars Hari ” Saptono menguasai bola yang hendak direbut pemain BMW Old Stars Womokasian. (foto: sidiq prasetyo)

Salah satu legendanya ada di Lapangan Wonokasian, Wonoayu, Sidoarjo, Rabu (26/2/2025). Dia adalah Edi Sarwono atau yang akrab disapa dengan nama Edi John.

Dia adalah kapten Laskar Kalinyamat, julukan Persijap, di era 2000-an. Lalu, mengapa Edi John di situ?

Ternyata, di Lapangan Wonokasian sore itu ada pertandingan persahabatan atau fun game antara rumah BMW Old Stars dengan Assyabaab All Stars.

Edi John sendiri merupakan pemain didikan Assyabaab Surabaya. Dia termasuk pemain bintang di klub binaan almarhum M. Barmen itu.

Wajar kalau dia kemudian tampil di kompetisi teratas dengan membela Mitra Surabaya dan Persijap.

“Saya ke sini mau main bareng dengan teman-teman lama. Kegiatan yang sering saya lakukan,” ujar Edi John sambil menyeruput kopi di warung selatan Lapangan Wonokasian.

Ternyata, bukan hanya Edi John yang hadir. Mantan-mantan pemain Assyabaab yang pernah menghiasi kompetisi teratas di Indonesia juga hadir.

Sebut saja Khodari Amir yang juga pernah membela Mitra Surabaya, Persijap, dan Deltras Sidoarjo.

Bahkan mantan pemain belakang Persebaya Surabaya Hari Saptono juga hadir. Ada juga Heru  Mantan kapten Persekabpas Kabupaten Pasuruan. Hanya, Heru tak ikut bermain karena usia pulang kerja dari Kabupaten Pasuruan.

Selain dari kompetisi teratas, terlihat pula dua mantan pemain kasta kedua Herdin Herdianto dan Catur Mardianto. Keduanya pernah membela Mojokerto Putra.

Bintang lapangan hijau Indonesia Zainuri ikut hadir. Semasa mudanya, pemain yang masuk legenda di PSIM Jogja, Arema, dan Persik Kediri ini binaan Suryanaga.Dia hadir karena sudah dianggap sebagai bagian dari Assyabaab All Stars.

Meski sudah tak muda lagi karena mayoritas usianya sudah di atas 40 tahun, tapi skill di lapangan hijau tak hilang. Akurasi passing dan penempatan posisi Khodari Amir dkk seolah mengingatkan mereka di masa lalu. Hanya tak bisa dipungkiri, stamina mereka sudah jauh berbeda.

“Kami main sekuatnya. Kalau capek ya minta ganti teman yang lain,”ungkap Khodari yang sekarang menekuni dunia kepelatihan dan sukses mengantarkan Kabupaten Sidoarjo meraih emas di Pekan Olahraga Provinsi Jatim 2023 dan Jawa Timur meraih emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024.

 Hanya, saat bermain di Lapangan Wonokasian, beberapa nama besar yang pernah dilahirkan dari Assyabaab belum bisa hadir. Seperti Anshori, mantan pemain PKT dari Jember, dan Iswahyudi, mantan pemain Persebaya dan Timnas U19 dari Banyuwangi.

“Biasanya datang. Mungkin karena hari kerja, teman-teman banyak yang izin,” jelas Khodari.

Dia berharap ajang silaturahmi itu bisa terus dilaksanakan. Besar kemungkinan,lanjut Khodari, Assyabaab All Stars aman berkumpul kembali setelah Lebaran. (*)

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *