Selebrasi Aman (kiri) usai mencetak gol ke gawang Nusantara FC Surabaya di Pesawad Cup U50 Sabtu (19/7/2025).Selebrasi Aman (kiri) usai mencetak gol ke gawang Nusantara FC Surabaya di Pesawad Cup U50 Sabtu (19/7/2025).

SIDOARJO I pinggir lapangan– Kejutan dibukukan Buduran Football Club. Klub komunitas pespak bola usia tua itu menyingkirkan klub unggulan, Nusantara FC, melalui drama penalti 6-5 (1-1, 2-2) dalam pertandingan Babak 16 Besar Pesawad Cup U-50 di Lapangan Wedoro, Waru, Sabtu siang (19/7/2025).

Nusantara masuk dalam kategori unggulan karena secara materi pemain jauh di atas Buduran FC. Sebut saja di tim tersebut ada beberapa pemain yang pernah merasakan kerasnya kompetisi di kasta tertinggi Indonesia seperti Cukup Ageng, mantan pemain Persebaya Surabaya dan PSIM Jogja. Ada juga Agus Buto, mantan pemain Persik Kediri dan Persema Malang.

Tapi, nama-nama itu tak membuat gentar Buduran FC. Anak asuh pelatih berlisensi A, Adi Putra Setiawan, tersebut memberikan perlawanan dan tekanan kepada lawan. Bahkan, mereka dua kali unggul atas Nusantara.

Buduran unggul terlebih dulu melalui aksi menawan Aman yang dengan tenang meceploskan ke gawang kiper pengalaman, Prasetyo. Namun, Nusantara mampu menyamakan kedudukan melalui tembakan keras Dibyo dan membuat kedudukan menjadi 1-1. Di babak kedua, M. Nukan alias Tiwik membuat Buduran kembali leading 2-1 sebelum disamakan Yanto, pemain pengganti Nusantara, menjadi 2-2.

Di babak adu penalti, tiga penendang Buduran, Supriyanto, Usman, dan Supriyadi mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Begitu juga dengan penendang Nusantara. Untuk itu, perlu dilakukan suddent death dengan hanya menyisakan jadi penendang atau penjaga gawang. Dalam undian koin, Buduran mendapat kesempatan melakukan eksekusi dan mampu dijalankan dengan baik oleh Nukan.

‘’Alhamdulillah, teman-teman bermain penuh semangat. Selain itu, rezeki dari Allah diberikan kepada Buduran untuk menang,’’ kata Anam, sapaan karib Samsul Anam, kapten Buduran.

Diakuinya, kemenangan tersebut dikarenakan rekan-rekannya disiplin dan menjalankan strategi yang diberikan Setiawan, sapaan karib Adi Putra Setiawan. Mereka, jelas Anam, harus selalu memberikan tekanan kepada pemain lawan yang tengah menguasai bola.

Kemenangan itu mengantarkan Buduran menghadapi tim bertabur bintang Sulhas yang menang 3-1 atas Gresik Selection. Di laga ini,  terjadi beberapa pemain legendaris turun. Di Sulhas ada dua mantan pemain Gelora Dewata Bali, Budi Utomo dan Misnadi. Sementara di Gresik Selection terdapat nama mantan kapten PSSI Garuda 2 dan Petrokimia Putra Gresik Khusaeri.  Buduran dan Sulhas akan berjumpa pada 27 Juli atau pekan depan. (sip)  

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *