Stopper Persida Reza Willy (dua dari kiri) menanduk bola berebut dengan pemain Rans Nusantara dalam pertandingan uji coba di Lapangan Agro Kusuma, Kota Batu, pada Rabu pagi (29/10/2025).Stopper Persida Reza Willy (dua dari kiri) menanduk bola berebut dengan pemain Rans Nusantara dalam pertandingan uji coba di Lapangan Agro Kusuma, Kota Batu, pada Rabu pagi (29/10/2025).

KOTA BATU I pinggirlapangan- Persida Sidoarjo nyaris kembali mempermalukan tim Liga 3. Setelah Gresik United, giliran Rans Nusantara yang hampir mengalami nasib serupa.

Dalam pertandingan yang dilaksanakan di Lapangan Agro Kusuma, Kota Batu, Rabu (29/10/2025) pagi, Persida sempat unggul lebih dulu. Tembakan keras Aleksandro menit ke-15. Sayang, dua menit kemudian, Rans Nusantara mampu menyamakan kedudukan dari tendangan penalti pemain naturalisasi Silvio Escobar. Hukuman tendangan 12 pas diberikan setelah wasit menganggap salah satu pemain belakang Persida melakukan pelanggaran kepada Escobar.

”Pelanggaran yang tidak perlu dan wasit juga harusnya tidak harus penalti. Body charge saja langsung dihukum,” keluh Pelatih Persida Kodari Amir usai pertandingan.

Dalam pertandingan yang berlangsung 2×45 menit itu, di babak pertama, Rans menurunkan kekuatan terbaiknya. Meski yang dihadapi tim dari Liga 4.

Di belakang, Rans mempercayakan kepada pemain kenyang pengalaman Abdulrahman Abanda yang pernah bermain di Liga 1 bersama PSM Makassar, Madura United, Persis Solo, dan Bhayangkara FC. Bahkan di depan, Escobar diduetkan dengan Rivaldo Bauwo, pemain yang namanya tercatat pernah berkostum Tim Liga 1 Arema, Persis Solo, dan Madura United.

Namun,nama klub dan pemain lawan tak membuat gentar penggawa Persida. Mereka berani bermain menekan Rans United yang dilatih legenda Arema, Joko ”Getuk” Susilo tersebut.

Gol yang dicetak Sandro, sapaan karib Aleksandro, cukup berkelas. Dia mampu melewati beberapa pemain Rans Nusantara sebelum melepaskan tembakan jarak jauh yang gagal dihadang kiper yang juga pernah membela Porprov Sidoarjo 2023 Davin Prasetiyo.

Bahkan, hukuman penalti tak mengendurkan daya juang Sandi Kusuma dkk. Mereka tetap memberikan tekanan kepada Rans Nusantara, yang dua musim lalu masih berada di Liga 1, sekarang Super League, level kompetisi sepak bola tertinggi di Indonesia. Beberapa peluang sempat didapat Persida.

Di babak kedua, Rans Nusantara menurunkan dua mantan pemain nasional, Toni Sucipto dan Slamet Nurcahyo. Tapi usaha menjebol gawang Persida yang bergantian dijaga Fahmi ‘Ami’ Idris dan Faisal tak berbuah gol.

”Alhamdulillah, dua kali melawan tim Liga 3, Persida belum kalah. Tapi tujuan kami bukan itu karena sasaran utama adalah kompetisi,” tegas Kodari.

Diakuinya, hasil uji coba dari Rans Nusantara menjadi bahan evaluasi. Harapannya, di kompetisi Liga 4 Jatim yang dimulai Desember, kesalahan itu tidak terulang.

Persida sendiri baru satu bulan melakukan pembentukan tim. Ditangani Kodari dengan dibantu tiga asisten, Nus Yadera, Miftahul Huda, dan Solikin, mereka terus menempa fisik dan strategi. Dengan tujuan, asa promosi ke Liga 3 bisa tercapai. (sip)

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *