Pemain belakang SSB Tunas Jaya Sepande Nafis (kiri) bermain lugas saat menghadapi Tora di Piala Askab PSSI Sidoarjo U-10.Pemain belakang SSB Tunas Jaya Sepande Nafis (kiri) bermain lugas saat menghadapi Tora di Piala Askab PSSI Sidoarjo U-10.

SIDOARJO I pinggirlapangan – Tim Sekolah Sepak Bola (SSB) Tunas Jaya Sepande U-10 mendapat kabar gembira.  Altarra Rafif El ZAzzam dinyatakan lolos ke Babak 16 Besar U-10 Piala Askab PSSI Sidoarjo.

Mereka menjadi peringkat terbaik nomor satu dengan mengoleksi poin 10. Dari lima kali pertandingan, Tunas Jaya Sepande mengoleksi 10 angka dengan tiga kali menang, sekali seri, dan sekali kalah.

Nilai yang dikumpulkan anak didik Zainuri tersebut sama dengan Sinar Harapan. Hanya, head to head keduanya, Tunas Jaya Sepande. Dalam pertandingan penyisihan Grup C, mereka kalah 1-3.

”Alhamdulillah, Tunas Jaya Sepande U-10 bisa lolos. Sekarang saatnya mempersiapkan diri untuk babak 16 besar,” kata Zainuri.

Lolosnya Tunas Jaya Sepande ditentukan dari pertandingan terakhir grup. Secara mengejutkan, tim yang bermarkas di Lapangan Sepande itu mengalahkan pimpinan klasemen sementara, Tora Wonoayu. Selain menghadapi Sinar Harapan dan Tora, Tunas Jaya Sepande satu grup dengan Kelud FC Sukodono, Bridora, dan Angka Muda.

Di babak 16 besar, Tunas Jaya Sepande berjumpa dengan peringkat kedua Grup G, Spartak FC Krian. Hanya, sampai berita ini ditulis, Askab PSSI Sidoarjo belum mengeluarkan jadwal pertandingan, kapan dan jam pertandingan.

Sukses U-10 ini mengikuti jejak kakak-kakaknya di U-12. Rendi dkk tak perlu menunggu karena sudah memastikan juara grup. Menghuni Grup E, Tunas Jaya Sepande mencatatkan angka sempurna 12 dengan tidak terkalahkan dalam empat kali pertandingan. Semua lawannhya di grup mampu dikalahkan yakni Indonesia Soccer Academy (ISA), Prambon FC, dan Talenta Muda. Di antara keempat tim tersebut, pertandingan melawan ISA sarat gengsi dan emosi. Namun, Tunas Jaya Sepande bisa menang dengan skor 2-0.

Di babak 16 besar U-12, tim dengan jersey kebesaran merah-putih itu berjumpa dengan Tunas Jaya Tulangan. Zainuri sendiri kembali mengingatkan agar anak asuhnya tidak boleh menganggap remeh lawan dan harus mempersiapkan diri denhgan sebaik mungkin.

”Kok bisa ya dalam sebuah kompetisi ada namanya sama?,” keluh Zainuri. (sip)

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *