Jacksen F. Tiago (kiri) bersama Anton Hadiyanto, jurnalis yang tinggalnya satu kompleks dengannya di Surabaya Barat. (foto: dok Jacksen)Jacksen F. Tiago (kiri) bersama Anton Hadiyanto, jurnalis yang tinggalnya satu kompleks dengannya di Surabaya Barat. (foto: dok Jacksen)
Jacksen F. Tiago (kiri) bersama Anton Hadiyanto, jurnalis yang tinggalnya satu kompleks dengannya di Surabaya Barat. (foto: dok Jacksen)

Jacksen F. Tiago sudah memeluk agama Islam. Dibanding tahun-tahun sebelumnya, ada yang dirasakan berbeda.

Sidiq Prasetyo-PINGGIR LAPANGAN

Sebuah pesan di media sosial dikirim Jacksen F. Tiago. Dia tengah bersama salah satu jurnalis dengan memakai baju muslim.

‘’Assalamualaikum Wr Wb. Happy Eid Al Adha, Bigman,’’ tulisnya pada Sabtu  pagi (7/6/2025) pukul 06.57.

Dia menautkannya dengan sebuah foto saat bersama dengan jurnalis. Ternyata Jacksen tengah mengikuti acara bersama warga di lingkungannya tinggal.

‘’Saya satu kampung dengan koncomu. Kami satu kompleks di daerah Sukolilo,’’ tulisnya sambil menyebutkan media tempat penulis dengan rekan yang tengah berfoto dengannya.

Jacksen bukan hanya hadir di acara penyembelihan hewan kurban tapi juga ikut berpartipasi. Lelaki asal Brasil itu berkurban sapi.

‘’Namun keluarga istri yang mengatur,’’ terang Jacksen.

Diakuinya, Idul Adha tahun ini menjadi moment berharga baginya. Bagaimana tidak, ini merupakan kali pertama dilakoni sejak memeluk Islam.

Ya, pada 15 Oktober 2024, Jacksen F Tiago, resmi jadi mualaf dan memeluk agama Islam. Kepastian itu diketahui lewat unggahan Instagram putra Jacksen, Hugo Samir.

Dalam unggahan tersebut, Jacksen tampak mengenakan baju koko bernuansa cokelat saat mengucapkan kalimat syahadat dibimbing Ustaz H Nasikhin di Pondok Pesantren Nabil Husein, Samarinda.

“Tidak ada kata-kata yang bisa menjelaskan perasaanku saat ini, ayah. Aku menyayangimu Mr Samir Fereirra Tiago,” tulis Hugo Samir.

“Cintaku padamu dan keluarga kita abadi, anak muda,” ujar Jacksen di kolom komentar Instagram sang anak.

Keputusan Jacksen untuk menjadi mualaf disambut baik oleh warganet.

“Alhamdulillah Papi Jacksen Tiago, semoga selalu sehat dan selalu dimudahkan rezeki papah dan keluarga amin allahumma amin,” tulis salah satu netizen.

“masya Allah, Big Coach… Alhamdulillah,” ujar akun lainnya.

Jacksen selama ini dikenal sebagai penganut Kristen yang toleran. Pria asal Brasil ini sangat menghargai istri dan anak-anaknya yang memeluk Islam.

Menikah dengan wanita asal Surabaya Nadirah Bajamal, jacksen dikarunia dua putra. Meski sempat berbeda agama, hubungan dengan keluarganya tetap harmonis.

Bagi publik Kota Surabaya, Jacksen adalah sebuah legenda hidup. Dia mampu mengantarkan Persebaya Surabaya sebagai juara baik sebagai pemain dan pelatih. Datang ke Indonesia 1994, kali pertama dia membela Petrokimia Putra Gresik. Jacksen bersama tandemnya yang juga berasal dari Brasil Carlos de Mello sukses membawa Kebo Giras, julukan Petrokimia Putra, lolos ke final. Sayang dalam pertandingan final yang dilaksanakan di Stadion Utama Senayan, Jakarta, sekarang Gelora Bung Karno, Jacksen dkk kalah 0-1.

Tapi, banyak yang menyebut tim yang ketika itu ditangani Andi M. Teguh itu sebagai juara tanpa mahkota. Penyebabnya, gol yang dicetak Jacksen yang sah dianulir wasit.

Dua tahun kemudian setelah dari PSM Makassar, Jacksen dan Carlos kembali berduet. Hasilnya, Persebaya mampu menjadi juara Divisi Utama yang ketika itu merupakan kompetisi tertinggi di musim 1996/1997. Jacksen juga menjadi sukses saat Persebaya kembali menjadi juara 2004. Dia merupakan pelatih yang menangani Uston Nawawi dkk kala itu. (*)

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *