Syaiful Arif saat menjadi ofisial Persida Sidoarjo di Kompetisi Liga 4 Musim 2024/2025. Kini, dia menjadi manajer Tim Sepak Bola Putri SidoarjoSyaiful Arif saat menjadi ofisial Persida Sidoarjo di Kompetisi Liga 4 Musim 2024/2025. Kini, dia menjadi manajer Tim Sepak Bola Putri Sidoarjo

Sidoarjo I PINGGIR LAPANGAN – Tim Sepak Bola Putri Sidoarjo tak mau kalah dengan sektor putra. Mereka sudah melakukan langkah-langkah untuk bisa siap tampil di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025.

Syaiful Arif saat menjadi ofisial Persida Sidoarjo di Kompetisi Liga 4 Musim 2024/2025. Kini, dia menjadi manajer Tim Sepak Bola Putri Sidoarjo

Kini, komposisi tim sudah lengkap. Setelah menunjuk Budi Santoso sebagaai pelatih kepala, Tim Sepak Bola Sidoarjo juga sudah mempunyai sosok manajer.

‘’Alhamdulillah, amanah menjadi manajer Tim Sepak Bola Putri Sidoarjo ke Porprov Jatim 2025 diberikan kepada saya. Kepastiannya tinggal menunggu SK (surat keputusan),’’ kata Syaiful Arif.

Dia pun berjanji akan memberikan fasiltas dan penunjang. Di antaranya, ungkap Syaiful,  mess atlet,alat fitness dan  lapangan sepakbola.

‘’Lokasinya di Krian. Tujuannya supaya jadi motivasi anak anak Krian  nantinya,’’ terang Syaiful.

Sebenarnya, sosok Syaiful tak jauh dari sepak bola. Lelaki yang kini tinggal di Dusun Bades, Barengkrajan, Kecamatan Krian itu, pernah menjadi wasit. Bahkan, statusnya tak main-main. Syaiful pernah bertugas di Liga 1, kompetisi sepak bola tertinggi di Indonesia, 2022. Kali terakhir, namanya tercatat sebagai ofisial klub Liga 4 asal Kabupaten Sidoarjo, Persida.

Di kursi pelatih, masuknya Budi memang sudah diperkirakan sebelumnya. Alasannya, mantan pemain Assyabaab Surabaya tersebut dua tahun lalu sukses membuar sejarah dengan membawa Kabupaten Sidoarjo untuk kali pertama meraih emas di cabang olahraga sepak bola putri.  Apalagi, pada awalnya, Kota Udang, julukan Kabupaten Sidoarjo, tak diunggulkan.

Bahkan, saat ini, Budi sudah mempunyai kerangka tim. Olehnya, para pemain digembleng di Lapangan Pagerwojo, Buduran.

‘’Latihannya Selasa, Kamis, dan Sabtu. Waktunya mulai pukul 05.30 sampai 07.30,’’ ucap Budi.

Pemilihan waktu yang termasuk sangat pagi ini ternyata ada pertimbangan. Lapangan Pagerwojo mulai pukul 07.30 dipakai berlatih Tim Sepak Bola Putra.

‘’Istilahnya, kami gantian. Tapi itu bukan masalah,’’ papar Budi.

Dengan latihan yang dijalani, dia berharap Sidoarjo bisa mengulang sukses 2023 di kandang sendiri. Target yang sebenarnya cukup realistis karena materi pemain tidak banyak mengalami perubahan.

Dengan status juara bertahan pula yang membuat Kota Delta, julukan lain Kabupaten Sidoarjo, tak perlu ,menjalani babak kualifikasi. Sebagaimana daerah-daerah lain. (sip)

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *