Di Sidoarjo dan sekitar, Pendowo Football Club cukup disegani. Namun banyak yang salah mengira dengan nama yang dipakai.
SIDIQ PRASETYO, Pinggir Lapangan
SEBUAH pintu besi cat hijau di pinggir jalan raya Sukodono, Sidoarjo, terbuka. Namun, tidak banyak yang masuk karena memang terlihat keramaian yang bisa menarik perhatian pada Rabu sore (22/10/2025).
Namun, bagi yang punya kepentingan, khususnya yang berhubungan dengan sepak bola, pintu tersebut menjadi jalan menuju sebuah lapangan. Sebuah tempat bagi sebuah klub pembinaan, Pendowo Football Club, menempa diri.
Ya, di Sidoarjo dan sekitar, bahkan Jawa Timur, Pendowo FC bukan sebuah nama yang asing. Klub tersebut sudah sarat prestasi sampai ke level nasional.
”Namanya diambil dari jumlah keluarga kami. Lima anak dan semua laki laki yang hobi bermain bola,” ungkap Pelatih Kepala Pendowo FC Sutriono. Pendowo dalam budaya Jawa adalah lima anak yang semuanya berjenis kelamin laki-laki semua.
Kelima nama itu, selain Sutriono ada Cak To, biasa disapa, Sutris, Solikin, dan Wahyu. Dari kelimanya, nama Sutri, sapaan karib Sutriono, dan Wahyu yang merambah sampai ke tingkat nasional. Sutri merupakan salah satu pilar utama ketika Persebaya Surabaya menjadi juara Liga Remaja 2001. Dia dikenal sebagai tandem maut bersama Basuki. Hanya, Sutri tidak pernah merasakan bergabung di Persebaya ketika menginjak senior. Karirnya dihabiskan di Krakatau Stell Cilegon dan Persitara Jakarta Utara. Sedangkan adiknya terkecil, Wahyu, lama membela PSKS Sumbawa Barat di Liga 2.
”Tapi dua lainnya juga pesepak bola. Bahkan, mereka masih aktif sama sekarang,” ujar Sutri.
Pendowo sendiri didirikan pada 2014. Ketika itu, Sutri masih aktif sebagai pemain. ”Mulai ancang-ancang sebagai bekal kalau sudah pensiun,” ujar Sutri.
Hanya beda dengan klub ataupun sekolah sepak bola lain, di Pendowo hanya menerima siswa di bawah usia 13 tahun. Ini membuat pemain yang usianya di atas tersebut harus meninggalkan klub yang telah mengajarinya bermain sepak bola dengan baik dan benar itu.
”Kami memang fokus di dua kelompok umur itu,” tambah Sutris.
Tak heran dengan fokus di dua kelompok itu, seabrek gelar sudah mengisi rak lemari Pendowo FC. Hebatnya, bukan hanya di level Sidoarjo dan Jatim, bahkan prestasi itu sudah merambah tingkat nasional. (*)
