SIDOARJO I pinggirlapangan– Langkah Sekolah Sepak Bola (SSB) Tunas Jaya Sepande di Piala Kades Pangkemiri U-10 2025 terhenti. Ironisnya, mereka belum pernah terkalahkan dalam event yang dilaksanakan selama tiga hari 5-7 September tersebut.
‘’Inilah yang sering kami alami. Bukan kalah dari lawan tapi keberuntungan yang belum berpihah kepada SSB Tunas Jaya Sepande, ‘’ kata Pelatih SSB Tunas Jaya Sepande, Jefri Dwi Hadi, usai pertandingan babak 24 besar.
Terhentinya langkah Al Azzam dkk setelah mereka hanya bermain imbang 1-1 dengan SSB Singoloyo, Jabon, Sidoarjo, pada Minggu siang (7/9/2025). Sebenarnya, kans menembus babak berikut atau babak delapan besar sudah di depan mata.
Gol tandukan Muhammad Azka Putra Henfdrawan atau yang dipanggil ‘’The Cat’’ alias Kucing itu bersarang tajam di gawang lawan. Gol itu bisa dikatakan spesial karena siswa kelas 5 SDN Sepande, Candi, itu tidak pernah mencetak gol melalui kepala. Tiga gol sebelumnya, hasil sepekan kaki kiri dan kanannya.
Namun, sebuah tembakan bebas yang berbau spekulasi dari Singoloyo di babak kedua mampu menyamakan kedudukan. Kiper Rasya kaget saat bola memantul di depannya.
‘’Kiper kami kaget. Seharusnya dijemput atau dibuang keluar bukan ditunggu,’’ jelas Jefri.
Dia mengaku,sebenarnya, anak didiknya di Tunas Jaya Sepande Merah ini sudah dipersiapkan dengan baik. Namun, sekali lagi, keberuntungan belum berpihak.
‘’Kami akan terus melatih mereka dengan lebih baik lagi. Saya sudah memotivasi mereka tidak boleh patah semangat dengan hasil di Pangkemiri ini,’’ terang CEO SSB Tunas Jaya Sepande Zainuri.
Di Piala Kades Pangkemiri U-10 2025 ini, SSB Tunas Jaya mengirim tiga wakil. Mereka dibedakan berdasarkan nama warna. Selain SSB Tunas Jaya Merah, dua lainnya adalah Tunas Jaya Hijau dan Putih.
‘’Saya tidak melihat hasil tapi proses bagaimana mereka mempunyai pengalaman bertanding. Ini sangat penting di kelak kemudian hari bagi mereka nantinya,’’ jelas mantan pemain Arema dan Persik Kediri ini.
SSB Tunas Jaya Sepande merupakan salah satu SSB yang getol melakulkan pembinaan. Para pemain setiap Senin sore, Rabu sore, Jumat sore dilatih oleh para legenda sepak bola Indonesia. Selain Zainuri dan Jefri, yang keduanya pernah membela Persik Kediri di Liga Champions Asia 2007, ada juga nama Rosyidi yang lama di Persekabpas Kabupaten Pasuruan dan ada Joko Hariyanto, legenda hidup Barito Puter Banjarmasin, Kalimantan Selatan, serta pernah menjadi pemain nasional Indonesia U-19.
Hasil nyata dari pembinaan itu, beberapa pemain SSB Tunas Jaya sudah bermain di Piala Suratin, Liga 3, dan Liga 2. Di antaranya kapten Deltras Sidoarjo sekarang Wisal El-Burji serta mantan pemain PON Jatim 2020 yang sekarang di Tornado Kendal Ibnu Hajar. (sip)
