SIDOARJO I pinggirlapangan– Sekolah Sepak Bola (SSB) Tunas Jaya Sepande layak berbangga. Tim binaan legenda Persik Kediri Zainuri tersebut keluar sebagai juara di kelompok usia 12 tahun (U-12) Piala Askab PSSI Sidoarjo 2025.
Dalam final yang dilaksanakan di Lapangan Panser, Sumput, Sidoarjo, pada Sabtu siang (29/11/2025), Tunas Jaya Sepande menang 2-0 atas Bligo Putra. Dua gol tim yang dilatih mantan pemain nasional Jefri Dwi Hadi tersebut disumbangkan Fabian dan Muhammad Nauval Khoiron.
Kemenangan ini sekaligus membalas kekalahan adik-adiknya, U-10. Di final, Muhammad Lathief Akmal El Azzam Alaisyah dkk kalah tipis 0-1 dari Bligo Putra.
‘’Alhamdulillah, kami bisa menjadi juara di ajang Askab PSSI Sidoarjo. Bahwa latihan keras dan disiplin bisa membuahkan hasil,’’ ungkap Zainuri.
Meski diakuinya, untuk bisa membawa dua tim Tunas Jaya Sepande ke babak final bukan hal yang mudah. Namun, terang Zainuri, latihan keras dan doa yang dikabulkan Allah membuat anak didinya menjadi juara.
Ya, khususnya di U-12, mereka harus memulai perjuangan Sabtu lalu dengan ekstraberat. Menghadapi Porsad Sadang di babak 8 besar, Rendi Hamada dkk sempat tertinggal 0-2 di babak pertama. Namun di 15 menit babak kedua, Tunas Jaya Sepande mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
‘’Setelah itu dilakukan adu tendangan penalti dan semuanya masuk. Untuk mencari pemenang dilakukan sudden death,’’ kata Zainuri.
Lelaki yang juga pernah membela Persebaya Surabaya dan Arema itu menambahkan, akhirnya dilakukan tos. Tunas Jaya Sepande, ujar Zainuri, mendapat kesempatan melakukan tendangan.
‘’Beben (sapaan Mochamad Cobain Dzikri Alkhalifi, red) sebagai penendang bisa memasukan dan Tunas Jaya lolos ke semifinal,’’ lanjutnya.
Di semifinal, jelas Zainuri, Tunas Jaya Sepande menang telak 4-0 atas Sikatan Muda.
Untuk U-10, dia mengaku tetap bangga. Mereka mampu membalikan anggapan bahwa Tunas Jaya Sepande bakal tumbang di babak-babak awal karena postur pemainnya yang tidak terlalu tinggi.
‘’Kami juga bisa membuktikan bahwa Tunas Jaya Sepande sukses karena pembinaan berjenjang yang kontinu. Dukungan dari orang tua siswa juga ikut menentukan keberhasilan di Piala Askab,’’ tandas Zainuri. (sip).
