Mukhammad Khisnulloh Altsani dengan medali juara Futsal U16 Asia Tenggara 2025.Mukhammad Khisnulloh Altsani dengan medali juara Futsal U16 Asia Tenggara 2025.

SIDOARJO I pinggirlapangan– Tim Futsal Indonesia U16 baru saja meraih sukses. Mereka menjadi juara Asia Tenggara 2025. Dalam final yang dilaksanakan di Bangkok, Merah Putih Muda mempermalukan tuan rumah, Thailand, dengan skor 4-3, pada Senin (29/12/2025).

Di antara kesuksesan tersebut, Kabupaten Sidoarjo ikut memberikan kontribusi. Kok bisa? Ternyata ada satu pemain Tim Futsal Indonesia U-16, ada wakil Kota Udang, julukan Kabupaten Sidoarjo.

‘’Ya, putra saya, Mukhammad Khisnulloh Altsani, masuk Tim Futsal Indonesia U-16 yang baru saja juara di Thailand. Kebanggaan dan kebahagiaan yang tidak terkira,’’ kata Teguh Santoso, ayah Mukhammad Khisnulloh Altsani, kepada PINGGIR LAPANGAN.

Bahkan, dalam laga pemungkas itu, Khisnuslloh, ikut tampil. Dia nyaris mencetak gol jika tidak di langgar dengan keras pemain Negeri Gajah Putih, julukan Thailand.

Perjuangan Khisnulloh untuk masuk membela Merah Putih di ajang internasional tak mudah. Sebuah ajakan temannya di SMPN 2 Sidoarjo membuatnya bermain futsal.

”Pertama ikut pada Oktober mengikuti kompetisi AAFI Sidoarjo dan menjadi juara. Dia baru bergabung di putaran II karena saat putaran I masih EPA Persis,” jelas Teguh.

Unsur nonteknis di EPA, ucapnya, membuat sang putra kecewa. Dia pun memilih kembali ke Sidoarjo.

”Saat balik sudah putaran II dan sukses membawa  Spin One menjadi juara Sidoarjo. Hasil ini membuat Khisnulloh mewakili Kabupaten Sidoarjo di tingkat Jatim di Tulungagung,” lanjut Teguh.

Ternyata penampilannya semakin moncer. Dia menjadi top skor dengan delapan gol.

Penampilan gemilangnya di sana tercium pemandu bakat nasional. Sebuah panggilan datang untuk mengikuti seleksi nasional di Jakarta.

‘’Alhamdulillah bisa masuk dan berhak membawa nama Indonesia ke kejuaraan Asia Tenggara di Thailand,’’ ungkap Teguh.

Bahkan saat ke ibu kota, lanjutnya, Khisnulloh berangkat sendiri. Teguh dan istri tidak mendampingi.

Sebenarnya, futsal bukan cabang olahraga pilihan awal bagi Khisnulloh. Putra lebih dulu menekuni sepak bola.

‘’Dia mulai berlatih sepak bola sejak kelas 3 sekolah dasar. Dia bergabung dengan sebuah sekolah sepak bola,’’ ungkap Teguh yang juga seorang anggota Komite Eksekutif Askab PSSI Sidoarjo tersebut.

Di sepak bola, karir Khisnulloh bisa dikatakan gemilang. Musim lalu, dia bergabung di Tim Elite Pro Academy atau EPA Persis Solo. Pemain tersebut pun mandiri hidup di Kota Bengawan, julukan Kota Solo.

Selain di EPA, siswa SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo itu pada musim 2025 juga membela Persema Malang di ajang Piala Suratin U-17. Khisnulloh pun menjadi pilihan utama baik di EPA maupun Piala Suratin.

Kini, Teguh pun menunggu kedatangan sang putra. Dia sudah rindu setelah beberapa pekan berpisah dengan pemain kelahiran 23 Agustus 2009 itu. (sip)

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *