Kutipan dari Pelatih PSSS U-17 Adi Putra SetiawanKutipan dari Pelatih PSSS U-17 Adi Putra Setiawan

PSSS Situbondo membuat prestasi di Piala Suratin U-17 Jatim 2025. Bukan sebagai tim yang diperhitungkan Macan Baluran Muda mampu melaju hingga perempat final. Bahkan, mereka tak pernah kalah selama 2×45 menit.

SIDIQ PRASETYO, Pinggir Lapangan

RASA sedih masih membalut di hati Adi Putra Setiawan. Langkah anak asuhnya, PSSS Situbondo, menjadi juara di ajang Piala Suratin U-17 2025 Jawa Timur kandas.

Mereka kalah tragis 2-4 dari PSIL Lumajang melalui drama adu tendangan penalti . Adu tendangan 12 pas ini dilakukan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 di waktu reguler 2×45 menit. Ironisnya lagi, pertandingan kurang empat menit, gawang PSSS kebobolan yang memaksa harus dilakukan adu tenda ngan penalti.

Kekalahan itu juga menjadi kekalahan pertama sepanjang tim tersebut dibentuk dua bulan lalu. Sebelum berlaga di Kompetisi Piala Suratin U-17 Jawa Timur, PSSS menggelar beberapa pertandingan. Semua lawan mampu dikalahkan dan hanya Arema U-18 yang bisa menahan imbang 1-1. Selebihnya, Mitra Surabaya dan Persem Mojokerto dikalahkan. Mitra takluk 1-3 dan Persem dibanjiri sepuluh gol tanpa balas.

Sedang di penyisihan grup hanya melawan tuan rumah Banyuwangi Putra, PSSS gagal memetik kemenangan karena menahan imbang.  Namun, itu pun layak diapresiasi karena terjadi di kandang lawan, Stadion Diponegoro, Banyuwangi. Selebihnya, Persebo Muda Bondowoso dan Persikapro digelontor masing-masih lima gol  tanpa  balas. Hasil yang membuat anak asuh Setiawan, panggilan Adi Putra Setiawan, menembus 32 besar.

Dengan status peringkat kedua grup di bawah Banyuwangi Putra yang unggul selisih gol, PSSS harus menjalani laga tandang yang sangat berat. Mereka menantang tuan rumah Persibo Bojonegoro di Stadion Gayam. Hasilnya sangat diluar dugaan, Dava dkk menang adu penalti setelah bermain imbang 0-0 selama 2×45.

Dengan hasil itu, PSSS menembus 16 besar. Status yang membuat Macan Baluran  Muda berani mengajukan tuan rumah melawan Akor FC Jombang yang di babak sebelumnya mempermalukan tuan rumah Assyabaab Bangil dengan 4-0.

Di depan pendukung sendiri yang memadati Gelora Muhammad Saleh, PSSS tampil  trengginas. Akor FC dikalahkan dengan skor 3-1. Artinya, Setiawan sukses membuat sejarah dengan meloloskan anak asuhnya hingga delapan besar. Sejarah lebih tinggi pun semakin dekat. Sebelum akhirnya tidak beruntungan membuat PSSS gagal lolos ke semifinal. Namun itu tetap tak mengurangi catatan sejarah yang sudah dibukukan PSSS di bawah arahan Setiawan.

‘’Saya tetap bangga dengan perjuangan pemain PSSS di Piala Suratin U-17 Jatim tahun ini. Selama tampil 2×45, kami tak pernah kalah,’’ ujar Setiawan.

Langkah yang cukup jauh ini pun di luar dugaannya. Saat melakukan seleksi, dia mengaku sempat mengalami kesulitan memilih pemain sesuai kriteria.

‘’Passing masih banyak yang salah. Namun, saya tetap harus memilih pemain yang mengikuti seleksi itu,’’ ujar Setiawan.

Sebagai langkah awal, pelatih berlisensi A tersebut menggenjot stamina para pemain. Dengan tak lupa menyelipkan latihan teknik dasar sepak bola, seperti mengumpan atau passing.

Lambat laun, papar Setiawan, skill anak asuhnya terus meningkat. Bahkan, dalam urusan stamina, ujarnya, mengalami peningkatan pesat.

‘’Kalau stamina kuat, kita akan bisa  bermain sepak bola dengan baik. Sejak itu, saya optimistis bahwa PSSS U-17 akan bisa berbicara banyak di Piala Suratin,’’ ucap pelatih asal Kabupaten Sidoarjo itu.

Selain itu, diakui Setiawan, anak asuhnya juga rajin menjalankan ibadah. Hampir sholat lima waktu dilakukan secara berjamaah di mess pemain yang masih ada di dalam lingkungan stadion.

‘’Doa juga menjadi kekuatan PSSS mengarungi Piala Suratin. Bersyukur pula rezeki PSSS sampai delapan besar,’’ terang mantan pelatih Deltras di Liga 2 beberapa musim lalu.

Dia optimistis jika dipertahankan, skuad Piala Suratin U-17 PSSS ini akan menjadi kekuatan tanggu di ajang Pekan Olahraga Provinsi atau Porprov 2027 di Kota Surabaya. Namun, Setiawan menyerahkan semuanya kepada pengurus Askab PSSI Situbondo. (*)

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *