Bintang Tunas Jaya Sepande Nabil (kanan) dikawal pemain Driyorejo Soccer School di Lapangan Tropodo, Krian, Senin (18/8/2025)Bintang Tunas Jaya Sepande Nabil (kanan) dikawal pemain Driyorejo Soccer School di Lapangan Tropodo, Krian, Senin (18/8/2025)

SIDOARJO I pinggir lapangan– Jarak Sepande ke Tropodo lumayan jauh. Dari mesin pencari jarak lebih 25 kilometer. Tentu untuk para pemain sekolah sepak bola (SSB) Tunas Jaya sangat berbahaya berkendaraan sepeda mnotor. Apalagi, mayoritas pemain binaan legenda Persik Kediri Zainuri tersebut usianya di bawah 17 tahun atau batas usia seorang warga negara Indonesia boleh menaiki sepeda motor.

Zainuri pun mengantisipasi agar anak asuhnya bisa sampai ke Lapangan Tropodo dengan aman dan selamat. Caranya menyewa moda transportasi, tapi bukan bus, mini bus, atau pun mobil.

”Saya menyewa dua odong-odong. Alhamdulillah semua pemain dan orang tua pemain terangkut,” jelas Zainuri. Odong-odong adalah moda transportasi yang merupakan modifikasi dari mobil yang dijadikan bus.

Bahkan, kedatangan pemain Tunas Jaya Sepande ke Lapangan Tropodo sebelum pukul 08.00 WIB. Waktu dimulainya kickoff trofeo pertandingan di lapangan yang masuk wilayah Kecamatan Krian, Sidoarjo, tersebut.

Ya, Beben dkk memenuhi undangan untuk melakukan pertandingan menghadapi dua tim, SSB Putra Tropodo dan Driyoro Soccer School Gresik. Ada tiga kelompok umur yang dipertandingkan, yakni U-10, U-12, dan U15.

”Lebih dari 50 pemain SSB Tunas Jaya Sepande datang. Saya dan jajaran pelatih membagi dengan adil sehingga semua bisa bermain,” terang Zainuri.

Di antara ketiga kelompok umur, kelompok U15 yang paling menarik perhatian. Tampil dengan pemain yang usianya belumk genap 15 tahun, mayoritas usia 12 tahun, SSB Tunas Jaya mampu mengalahkan Driyorejo Soccer School dengan 1-0 dan menahan imbang tuan rumah Putra Tropodo tanpa gol.

”Saya malah senang lawannya usianya di atas. Biar mental bertanding pemain SSB Tunas Jaya semakin terasah,” papar salah satu pelatih SSB Jefri Dwi Hadi.

Dia pun memberikan apresiasi kepada anak asuhnya. Meski postur dan usia kalah tak membuat mereka gentar.

”Ini membentuk semangat tak kenal takut kalau berhadapan dengan lawan yang di atasnya, baik postur maupun usia,” ucap pelatih yang pernah terpanggil masuk Timnas Indonesia persiapan Piala Asia 1997 itu.

SSB Tunas Jaya Sepande getol menggelar pertandingan uji coba juga sebagai persiapan menghadapi berbagai turnamen kelompok usia. Baik yang masuk kalender resmi PSSI seperti Piala Suratin maupun yang berjenjang ke tingkat nasional seperti Liga Top Skor. (sip)

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *