SURABAYA I pinggirlapangan– Kebahagiaan tak terkira dirasakan Cesar Akbar Dhana Setiawan. Dia mampu memborong gelar dalam Piala Presiden U15 2025.
Selain sukses mengantarkan Akademi Sarana Talenta Indonesia atau ASTI Kudus juara, pemain berusia 15 tahun tersebut juga terpilih menjadi pemain terbaik (the best player) dan pencetak gol terbanyak (top scorer).
”Kalau membawa ASTI Kudus juara memang sudah target dan keinginan saya. Namun menjadi pemain terbaik dan top skor sungguh di luar dugaan,” kata Akbar, sapaan karib Cesar Akbar Dhana Setiawan, usai pertandingan.
Apalagi, membela ASTI Kudus di ajang turnamen menjadi debut baginya. Ini dikarenakan selama ini, siswa SMP Muhammadiyah Boja, Kendal, tersebut berlatih di ASTI Kendal.
”Saya ikut ayah. Beliau melatih di ASTI Kendal,” ungkap pemain dengan tinggi 175 sentimeter tersebut.
Ya, ayah Akbar adalah Dwi Setiawan atau yang akrab disapa Setiawan Londo. Namanya ada saat PSIS menjadi juara Divisi Utama ketika kompetisi tersebut menjadi kasta tertinggi pada musim 1999. Ketika itu di Stadion Klabat, Manado, Mahesa Jenar, julukan PSIS, menang 1-0 atas Persebaya Surabaya. Gol tunggal kemenangan dicetak Tugiyo atau yang dijuluki Maradona dari Purwodadi.
Selain pernah membawa PSIS menjadi juara, Setiawan pun pernah tercatat sebagai asisten pelatih PSIS Semarang. ”Sekarang Setiawan memang melatih di ASTI Kendal. Karena ayahnya di sana Akbar pun latihannya di sana,” jelas CEO ASTI Kudus Arif Budiyanto.
Akbar, ujarnya, diajak ASTI Kudus karena tim asal Kota Kretek, julukan Kudus, krisis penyerang. Pemain depan yang dimiliki tengah cedera.
”Ternyata bisa langsung nyetel dengan teman-temannya Kudus,” jelas Ayi, sapaan karib Arif Budiyanto. (sip)
